-->

Ads1

Hama Yang Menjadikan Kriting Pada Daun Cabai Dan Cara Mengatasinya

Hama Yang Menjadikan Kriting Pada Daun Cabai Dan Cara Mengatasinya

Hama Yang Menjadikan Kriting Pada Daun Cabai Dan Cara Mengatasinya

Hama penyebab daun cabai kriting - Tidak heran kenapa cabai sangat memiliki harga yang tinggi, selain kebutuhan di masyarakat, cara penanaman cabai pun cukup sulit bila dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya, hama dan penyakit merupakan salahsatu faktor yang tidak lepas dalam budidaya tumbuhan cabe.


 Tidak heran kenapa cabai sangat memiliki harga yang tinggi Hama yang menjadikan Kriting pada daun cabai dan cara mengatasinya
Hama yang menjadikan Kriting pada daun cabai dan cara mengatasinya
Hama dan peyakit yang menyerang tumbuhan cabai cukup banyak, diantara banyaknya serangan yang dapat mempengaruhi produksi tumbuhan cabai ialah kritingnya daun pada tumbuhan cabe, untuk mengendalikan daun kriting pada tumbuhan cabai sangat sulit, namun bila kita mengetahui penyebab terjadinya daun kriting pada tumbuhan cabai kita dapat mencegah dengan pengendalian semenjak awal.


Faktor utama yang menciptakan daun tumbuhan cabai kriting ialah faktor hama dan penyakit, berikut jenis hama yang dapat menjadikan daun pada tumbuhan cabai kriting :

1. Hama Thrips (Thrips tabaci)

Hama yang memiliki nama latin Thrips tabaci ini memiliki warna badan yang hitam dan memiliki ukuran badan sangat kecil bahkan sulit untuk dilihat secara kasat mata, ukuran dari hama thrips ini sekitar 0,5-1mm namun serangan yang ditimbulkan sangat fatal, hama thrips menyerang tumbuhan cabai dengan cara menghisap cairan yang ada didalam daun dan bunga sehingga daun dan bunga tumbuhan cabai menjadi keriting dan rontok, habitat hama thrips dibawah daun dengan cara berkelompok biasanya gampang ditemui pada daun yang masih muda atau dibagian pucuk tanaman

Cara mengatasinya hama Thrips (Thrips tabaci) versi blog sampulpertanian:

  • Pembersihan gulma : Pembersihan gulma sangat peenting alasannya ialah dapat jadi gulma yang ada merupakan flora inang dari hama trips tersebut.
  • Melakukan Pencegahan : Lakukan pencegahan dengan cara penyemprotan pestisida berbahan aktif Abamectin secara teratur dan bersiklus misalkan setiap 1 ahad sekali.
  • Memilih benih : Benih yang dipilih dianjurkan terbebas dari hama dan penyakit sebelumnya.
  • Menggunakan mulsa : Penggunaan mulsa perak dikala ini sangat dianjurkan, selain dapat menghambat pertumbuhan gulma penggunaan mulsa perak juga cukup efektif mencegah hama.


2. Hama Kutu daun (Aphidoidea)

Sama halnya dengan hama Thrips, hama kutu daunpun menyerang dengan cara mengisap cairan didalam daun sehingga daun menjadi kriting dan berwarna kekuningan bila dibiarkan daun akan rontok, hama ini gampang ditemukan dibagian bawah daun dan hidup secara berkelompok.

Cara mengatasi hama Kutu daun (Aphidoidea) :

  • Tidak melaksanakan tumpangsari : dianjurkan untuk budidaya tumbuhan cabai tidak dilakukan tumpangsari dengan tumbuhan lain ibarat tumbuhan kacang, terong dan mentimun.
  • Pembersihan gulma : Pembersihan gulma sangat peenting alasannya ialah dapat jadi gulma yang ada merupakan flora inang dari hama trips tersebut.
  • Melakukan Pencegahan : Lakukan pencegahan dengan cara penyemprotan pestisida berbahan aktif Abamectin secara teratur dan bersiklus misalkan setiap 1 ahad sekali.
  • Memilih benih : Benih yang dipilih dianjurkan terbebas dari hama dan penyakit sebelumnya.
  • Menggunakan mulsa : Penggunaan mulsa perak dikala ini sangat dianjurkan, selain dapat menghambat pertumbuhan gulma penggunaan mulsa perak juga cukup efektif mencegah hama.


3. Tungau (Mite)

Hama tungau atau mite ini memiliki siklus hidup menjadi 4 kepingan yakni telur, larva, nimfa dan tungau dewasa, ukuran hama tungau ini kecil dan biasanya pada animo kemarau perkembangan hama tungan akan meningkat dari waktu sebelumnya. ibarat hama jenis kutu lainya hama ini gampang ditemukan dibalik daun muda atau pucuk tanaman, serangan yang ditimbulkan daun akan menguning dan kriting.

Cara mengatasi hama Tungau (Mite) :

  • Tidak melaksanakan tumpangsari : dianjurkan untuk budidaya tumbuhan cabai tidak dilakukan tumpangsari dengan tumbuhan lain ibarat tumbuhan kacang, terong dan mentimun.
  • Pembersihan gulma : Pembersihan gulma sangat peenting alasannya ialah dapat jadi gulma yang ada merupakan flora inang dari hama trips tersebut.
  • Melakukan Pencegahan : Lakukan pencegahan dengan cara penyemprotan pestisida berbahan aktif Abamectin secara teratur dan bersiklus misalkan setiap 1 ahad sekali.
  • Memilih benih : Benih yang dipilih dianjurkan terbebas dari hama dan penyakit sebelumnya.
  • Menggunakan mulsa : Penggunaan mulsa perak dikala ini sangat dianjurkan, selain dapat menghambat pertumbuhan gulma penggunaan mulsa perak juga cukup efektif mencegah hama.


Dari banyaknya hama yang menyerang tumbuhan cabe, ketiga hama jenis kutu diatas merupakan hama utama yang menjadikan tumbuhan cabai mengalami kriting pada daunnya, dengan artikel ini semoga dapat membantu melaksanakan pencegahan untuk salahsatu hambatan dalam budidaya tumbuhan cabai yakni daun keriting. semoga bermanfaat.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Ads

Advertiser