-->

Ads1

Cara Menciptakan Ikan Patin Rajin Bertelur Dengan Vitamin E (Vitamin E Untuk Daya Tetas Ikan Patin)

Cara Menciptakan Ikan Patin Rajin Bertelur Dengan Vitamin E (Vitamin E Untuk Daya Tetas Ikan Patin)

Cara Menciptakan Ikan Patin Rajin Bertelur Dengan Vitamin E (Vitamin E Untuk Daya Tetas Ikan Patin)

Vitamin E Ikan Patin - Ikan Patin yaitu ikan yang banyak sekali di konsumsi di warung-warung baik menengah atas ataupun bawah. para peternak ikan patin harus meningkatkan daya tetas ikan patinya supaya pasokan di pasaran supaya tetap terpenuhi. Daya tetas telur ikan patin di tingkat peternak relatif rendah. hanya 10%. siasat untuk meningkatkan daya tetas itu bergotong-royong relatif mudah, perhiasan vitamin E pada pakan induk. Penambahan 189,65 mg Vitamin E pada pakan induk bebobot 2,18-2,42 kg mempertinggi tingkat penetasan (78,77%), jumlah total larva 332,339 ekor per kg induk dan larva abnormal terendah (0,19%). Adapun induk yang diberi 28,08 mg vitamin E per kg pakan, tingkat penetasanya 40,81 % . Vitamin E berperan mencegah oksidasi asam lemak esensial, sumber energi utama ketika pembentukan embrio, dan pertumbuhan larva selama 2 hari. itulah hasil riset Yulfiperius dari Jurusan Perikanan Universitas Hasanudin Begkulu. serta Ing Mokoginta dan Dedi Jusadi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.



Vitamin E Untuk Daya Tetas Ikan Patin

Masalah krusial dalam pengembengan budidaya ikan air tawar antara lain yaitu terbatasnya benih yang baik mutunya dan cukup jumlah sesuai dengan kebutuhan. Perkembengan budidaya ikan air tawar relatif lambat dibandingkan dengan budidaya ikan laut, padahal budidaya ikan air tawar sudah lebih dahulu berkembang di masyarakat. Usaha pembenihan masih dilakukan secara sederhana, sehingga produksi benih massah guna mendukung pembudidayaan intensif masih menjadi kendala. Benih berkualitas tidak hanya ditentukan oleh faktor genetika, namun ditentukan oleh faktor kesehatan dan pakan yang diberikan kepada induk.

Material pakan yang diberikan pada induk akan diakumulasikan dalam telur sebagai cadangan energi pada ketika perkembangan stadium awal. Informasi kebutuhan gizi induk untuk kepentingan produksi benih yang baik masih sedikit dan umumnya standar gizi pakan yang dipakai masih mengandalkan kriteria umum untuk kegiatan pembesaran, padahal kebutuhan nutrien induk sangat spesifik.

Defisiensi nutrien induk, antara lain asam amino esensial, asam lemak, vitamin dan mineral akan berakibat terhadap kegagalan proses pemijahan dan menurunnya kualitas benih yang dihasilkan. Pematangan gonad terjadi jikalau terdapat kelebihan energi. Kekurangan energi sanggup meningkat oosit yang mengalami atresia. Dari aneka macam penelitian yang telah dilakukan pada beberapa ikan bahari dan tawar sanggup diketahui bahwa sumbangan pakan induk yang baik sanggup meningkat performa induk dalam perkembangan gonad, kualitas pemijahan dan kualitas larva (Mokoginta, et al 1995 dan Izquirdo, et al. 2001).

Diantara semua nutrien utama penyusun pakan ikan, protein yaitu yang paling penting tetapi harganya relait mahal. Dalam penyusunan formulasi pakan, yang diinginkan yaitu kebutuhan minimum protein untuk mendukung pertumbuhan dan konversi pakan. Nmun pada induk protein pakan harus dilakukan secara kecukupan guna memelihara gonad dan penampilan reproduksi. Ikan gurame yang diberi pakan dengan kadar protein rendah (15%) perkembangan ovarynya relatif lambat dibandingkan dengan induk yang diberi pakan dengan kadar protein pakan lebih dari 25%. Demikian pula halanya terhadap kualitas persentase induk yang memijah, kualitas telur dan larva bahwa yang diberikan pakan dengan protein tinggi jauh lebih baik. Kebutuhan protein pakan untuk induk ikan mas, nila, lele dan patin sebesar 35% sedangkan ikan gurame dan betutu antara 35-40% (BRPBAT, 2003).



Kandungan lemak pakan mempunyai tugas penting bagi ikan tropis, alasannya yaitu selain sumber energi juga untuk memelihara bentuk dan fungsi membran atau jaringan dan steroid yang penting bagi organ badan tertentu serta untuk mempertahankan daya apung tubuh. Pakan dengan protein tinggi tetapi tidak mempunyai kecukupan yang berasal non-protein maka akan menimbulkan adanya konversi protein menjadi energi sehingga menghipnotis akrvitas reproduksi. Apabila kadar lemak terlalu tinggi sanggup menimbulkan terjadinya akumulasi berlebihan dalam ovarium yang menimbulkan gangguan pada perkembangan gonad dan acara reproduksi. Oleh alasannya yaitu itu perbandingan yang sempurna antara protein dan lemak perlu diketahui. Hasil penelitian memperlihatkan pakan induk ikan mas yang mengandung protein 35% dan lemak 7,5% telah sanggup mempercepat pematangn gonad menjadi 1,5 bulan yang biasanya memerlukan 3 bulan. Pakan induk patin yang baik mengandung protein 35% dan lemak 8%. Kadar lemak pakan untuk ikan nila 10% dan gurame 12% (BRPBAT, 2003).

Vitamin berfungsi sebagai katalisator dalam aneka macam reaksi biokimia metabolisme tubuh. Sebagian besar vitamin tidak disintesis badan atau disintesis tapi dalam jumlah tidak mencukupi. Vitamin yang mempunyai tugas secara umum dikuasai dalam reproduksi yaitu vitam E dan C. Dari beberap penelitian ikan mas yang diberi pakan defisiensi vitamin E perkembangan gonadnya lambat dibandingkan dengan yang diberi pakan dengan berkecukupan vitamin E. Dosis vitamin E untuk ikan lele, patin dan jelawat sebesar 150 mg.kg pakan. Pemberian vitamin E sebanyak 380 mg/kg pakan pada ikan gurame menawarkan respon terbaik, daya tetas mencapai 95%, derajat pembuahan 97,7% dan proses pematangan gonad relatif singkat yaitu 58 gri dibandingkan kontrol memerlukan 91 hari. Sealin itu fekunditas meningkat pada ikan yang diberi pakan dengan ditambahkan vitamin E 300 mg/ kg pakan dan vitamin C 500, mg/kg pakan, askorbil monofospat (BRPBAT, 2003).

Hasil kegiatan perekayasaan BBPBAT tahun 2003 pada induk ikan lele dumbo yang diberi pakan yang diperkaya, yaitu protein 34,75%, vit E 200-300 dan C 400-500 mg/kg pakan, serta mineral Mn dan Zn masing-masing 400-500 mg/kg pakan menghasilkan induk dengan matang gonad mencapai 39,11%, fekunditas telur per kg 191.643 butir dan derajat kelangsungan hidup 88,52% (Yuani, M., dkk. 2003). Dari hasil perekayasaan ini perlu diaplikasikan dalam skala lapangan, maka untuk tahun anggaran 2007 akan diproduksi pakan formula untuk induk ikan lele dumbo yang akan diterapakan dalam skala usaha, sehingga akan teruji efek perbaikan kualitas pakan terhadap peningkatan produksi benih dan laba bagi para pembenih.

Selain itu dalam perekayasaan ini akan dilakukan formulasi pakan untuk induk ikan nila. Ikan ini merupakan ikan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat, sehingga dari segi pakan induknya perlu disediakan sehingga para pembudidaya akan terbantu guna peningkatan produksinya.
Referensi dari blognya mas kekerang dari pacitan jawa timur yang bekerja di cuilan perikanan. terimakasih semoga bermanfaat. 
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Ads

Advertiser