-->

Ads1

Panduan Teknis Lengkap Cara Simpel Memelihara Ayam Kampung Pedaging Hasil Tinggi

Panduan Teknis Lengkap Cara Simpel Memelihara Ayam Kampung Pedaging Hasil Tinggi

Panduan Teknis Lengkap Cara Simpel Memelihara Ayam Kampung Pedaging Hasil Tinggi

Cara Memelihara Ayam Kampung Pedaging - Ayam peliharaan (Gallus gallus domesticus) yaitu unggas yang umum dipelihara orang untuk dipakai untuk kepentingan hidup pemeliharanya. Ayam yaitu keturunan segera dari satu diantara subspesies ayam rimba yang di kenal sebagai ayam rimba merah (Gallus gallus) atau ayam bangkiwa (bankiva fowl). Kawin silang antar ras ayam sudah membuahkan beberapa ratus galur unggul atau galur murni dengan banyak sekali macam manfaat. Yang paling umum yaitu ayam potong (untuk dipotong) serta ayam petelur (untuk di ambil telurnya). Ayam umum dapatlah dikawin silang dengan kerabat dekatnya, ayam rimba hijau, yang membuahkan bibit unggul mandul yang jantannya di kenal sebagai ayam bekisar.

Umumnya orang pelihara ayam kampung cuma hanya pelihara saja tanpa ada memerhatikan aspek-aspek laba yang bakal didapat dari hasil beternak ayam kampung, serta kadang kala tidak paham langkah memeilha ayam kampung yang baik, nah kesempatan ini penulis menyebarkan langkah memeilhara ayam kampung pedaging supaya ternaknya tumbuh sehat serta membuahkan duit, merubah system beternak ayam kampung dari system ekstensif ke system semi intensif atau intensif memanglah tak gampang, terlebih langkah beternak system tradisional (ekstensif) telah mendarah daging di orang-orang kita. Walau demikian bila diliat nilai manfaat serta hasil yang diraih niscaya bakal jadi aspek pendorong sendiri untuk coba beternak dengan system intensif. Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam perjuangan Beternak Ayam Kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :

 yaitu unggas yang umum dipelihara orang untuk dipakai untuk kepentingan hidup pemelihar Panduan Teknis Lengkap Cara Mudah Memelihara Ayam Kampung Pedaging Hasil Tinggi
Cara Memelihara Ayam Kampung Pedaging

 Panduan Lengkap Mudah Cara Memelihara Ayam Kampung Pedaging


1. Bibit

Bibit memiliki bantuan sebesar 30% dalam keberhasilan suatu perjuangan peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) sanggup diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung eksklusif dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan tunjangan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan kasatmata cara mendapat DOC ayam kampung alasannya yaitu akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik memiliki kriteria sebagai berikut : sanggup berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu higienis dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.

2. Perkandangan

Syarat sangkar yang baik : jarak sangkar dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi sanggup masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya menentukan lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain semoga angin tidak berhembus eksklusif ke dalam kandang.

Penyucihamaan sangkar dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai perjuangan biosecurity dengan memakai desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh banyak sekali produsen pembuatan obat.

Ukuran sangkar : tidak ada ukuran standar sangkar yang ideal, akan tetapi ada proposal sebaiknya lebar sangkar antara 4-8 m dan panjang sangkar tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian yaitu daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung hingga umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.

Bentuk sangkar yang dianjurkan yaitu bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari gabungan sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan pecahan puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan materi atap memakai genteng atau asbes.

Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya dipakai sangkar bok (dengan pemanas) sanggup bok khusus atau juga sangkar postal yang diberi pagar. Suhu dalam sangkar bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher dipakai sangkar ren atau postal ibarat model pemeliharaan ayam broiler.

3. Pakan

Kita ketahui bersama bahwa pakan memiliki bantuan sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging bergotong-royong sangat fleksibel dan tidak serumit jika kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang sanggup diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif ibarat sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau menawarkan ransum yaitu kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein bergairah (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.

Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur yaitu sebagai berikut :

-  7 gram/per hari hingga umur 1 minggu
-  19 gram/per hari hingga umur 2 minggu
-  34 gram/per hari hingga umur 3 minggu
-  47 gram/per hari hingga umur 4 minggu
-  58 gram/per hari hingga umur 5 minggu
-  66 gram/per hari hingga umur 6 minggu
-  72 gram/per hari hingga umur 7 minggu
-  74 gram/per hari hingga umur 8 minggu

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.

4. Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu perjuangan peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu menawarkan jaminan keberhasilan suatu perjuangan apabila administrasi pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung sanggup dilakukan dengan 3 cara yaitu :

-  Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
-  Semi intensif (disediakan sangkar dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
-  Intensif (dikandangkan ibarat ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat

Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak sanggup menguraikannya di sini.

5. Pengendalian Penyakit

Hal yang tak kalah pentingnya yaitu pengendalian penyakit. Kita semua akan oke dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit sanggup dilakukan dengan tindakan antara lain :

1. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan sangkar dan manusianya
2. Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
3. Melakukan vaksinasi secara teratur
4. Pemilihan lokasi peternakan di kawasan yang bebas penyakit
5. Manajemen pemeliharaan yang baik
6. Kontrol terhadap hewan lain

Berikut kami uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam kampung :

1. Berak kapur (Pullorum)

Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran menempel pada bulu-bulu disekitar anus.
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya

2. Berak darah (Coccidiosis)

Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau sanggup juga dengan pemberian coccidiostat
pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

3. Tetelo (ND)

Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada

4. Gumboro (gumboro disease)

Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada

5. Penyakit cacing ayam (worm disease)

Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi sangkar yang baik, penggantian litter sangkar secara berkala, dan mencegah serangga yang sanggup menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing ibarat pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

6. Pasca Panen dan Pemasaran

Pemasaran ayam kampung intinya praktis alasannya yaitu disamping jumlah undangan yang tinggi, harga ayam kampung masih tergolong tinggi dan stabil, sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung sanggup dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket hingga hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam kampung ini. Harga ayam kampung hidup berkisar antara Rp 19.000 - Rp 22.000/ekor di tingkat peternak.

7. Pengelolaan Produksi

Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga semoga produksi yang kita lakukan sanggup memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diharapkan pengelolaan atau pengaturan produksi semoga perjuangan kita sanggup berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan perjuangan perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, alasannya yaitu hal itu lebih disukai oleh pengepul atau kawan kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah undangan ayam siap panen. 

Mudah-mudahan Panduan Lengkap Mudah Cara Memelihara Ayam Kampung Pedaging di atas sanggup menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan mengakibatkan cara beternak kita lebih baik.  Semoga kesuksesan selalu menyertai kita bersama.Amin...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Ads

Advertiser